- BEM SI SIAP MENJADI PELOPOR PERJUANGAN PENDIDIKAN DAN MENJAGA KONDUSIFITAS DI YOGYAKARTA
- ALIANSI MAHASISWA UNY SIAP MEMPERJUNGKAN KEBEBASAN PERDANA ARIE DAN MENJAGA SLEMAN TETAP KONDUSIF
- SATGAS DPC PDIP KABUPATEN SLEMAN PERKUAT SOLIDITAS DAN KOMITMEN JAGA KAMTIBMAS
- KOMITMEN ALIANSI RAKYAT PEDULI INDONESIA (ARPI) DALAM MENJAGA INTEGRITAS DAN KEAMANAN DI KABUPATEN S
- KELUARGA MADURA YOGYAKARTA SIAP MEMBANTU MENCIPTAKAN SITUASI KAMTIBMAS YANG KONDUSIF DI KABUPATEN SL
- BRIGADE JOXZIN SATU KOMANDO PAKEM TEGASKAN KOMITMEN JAGA KAMTIBMAS
- SINERGI DPW FRONT PERSAUDARAAN ISLAM DIY DALAM MENJAGA KAMTIBMAS DI BUMI SEMBADA
- PAGUYUBAN PEDAGANG PASAR JANGKANG JAGA HARGA SEMBAKO MENJELANG HARI RAYA NATAL DAN TAHUN BARU 2025/2
- SEKOLAH POLITIK 101 DUKUNG SLEMAN TETAP AMAN
- LASKAR MACAN LORENG KABUPATEN SLEMAN BERKOMITMEN MENJAGA KAMTIBMAS SLEMAN KONDUSIF
EX-KARYAWAN PT. PRIMISSIMA MEDARI SIAP MENJAGA SITUASI KAMTIBMAS DI KABUPATEN SLEMAN
Ex-Karyawan PT. Primissima Medari Siap Menjaga Situasi Kamtibmas di Kabupaten Sleman
Indonesia
merupakan negara dengan jumlah total penduduk sekitar 260 juta orang dan
merupakan negara berpenduduk terpadat keempat di dunia. Dengan jumlah penduduk
yang sangat besar ini tentu akan menimbulkan masalah kependudukan yang sangat
krusial terutama di bidang ketenaga kerjaan. Pemerintah telah berupaya untuk
menciptakan lapangan kerja seluas luasnya untuk mengurangi jumlah pengangguran
dengan dapat menyerap tenaga kerja atau buruh.
Fenomena
tentang buruh dari masa pra sampai dengan pasca reformasi 1998 sampai saat ini 2024
masih menjadi fakta yang menarik untuk dicermati dan menjadi perhatian
pemerintah, dimana massa buruh yang mempunyai kekuatan atau jumlah yang sangat
besar bisa dimanfaatkan oleh berbagai pihak untuk kepentingan kelompok baik
politisasi buruh/kepentingan politik, kepentingan ekonomi dan juga berkaitan
dengan kepentingan dalam menunjang situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.
Ketika nasib buruh terabaikan atas hak-hak yang seharusnya diterima, apabila
pemerintah dalam penanganannya tidak profesional akan menimbulkan gejolak
sosial politik yang sangat beresiko bagi situasi keamanan dan ketertiban di
dalam negeri yang dipengaruhi oleh ketidak stabilan politik dan ekonomi atas
apa yang dilakukan oleh massa buruh.
Baca Lainnya :
- HAMKA DARWIS SAWAHAN BERKOMITMEN MENJAGA KABUPATEN SLEMAN TETAP AMAN DAN KONDUSIF.0
- LASKAR BANTENG NOTO SUKARJO : SIAP MENJAGA KAMTIBMAS MENJELANG PILKADA 20240
- PMII SIAP BERKERJA SAMA DENGAN TNI POLRI UNTUK MENJAGA KEAMANAN DI WILAYAH SLEMAN.0
- PERAN SERTA KOKAM DALAM PENANGGULANGAN TERORISME, RADIKALISME DAN INTOLERANSI0
- PONDOK PESANTREN HIDAYATULLOH SIAP IKUT JAGA SLEMAN0
Permasalahan
yang selalu muncul adalah menyangkut kesejahteraan serta nasib buruh akan
hak-haknya yang diakibatkan oleh beberapa faktor baik eksternal maupun
internal, terlebih akibat adanya kebijakan pemerintah berupa diterbitkannya
sebuah regulasi yang tidak melibatkan buruh melalui perwakilannya dalam hal ini
Serikat Pekerja, maka jika regulasi tersebut dinilai melemahkan posisi buruh
yang sampai saat ini memang masih tampak termarginalkan, maka akan berdampak
pada gejolak buruh yang terrjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia.
Akar
permasalahan dari aksi-aksi protes massa buruh biasanya dipicu oleh masalah
yang bersifat klasik seperti masalah Upah Minimum Regional atau Upah Minimum
Propinsi yang tidak sesuai dengan standar untuk hidup layak, diskriminasi
buruh, masalah THR, UU Cipta kerja, pelarangan cuti dan juga kebijakan perusahaan dimana
tempat mereka bekerja dinilai tidak sesuai dengan keinginan buruh.
Pro
Kontra terhadap aksi buruh selalu muncul dimana buruh selalu diposisikan
bersalah dan pemerintah atau pemangku kepentingan memposisikan dirinya yang
benar, sehingga perbedaan tersebut apabila saling dipertahankan oleh
masing-masing pihak tidak akan menemukan jalan keluar dan solusi terbaik,
sehingga pemerintah tidak mau mengeluarkan kebijakan yang dinilai dapat
mengakomodir kepentingan buruh/pekerja dan lebih rentan lagi apabila
kepentingan buruh ditunggangi oleh kepentingan politik tertentu yang tentu saja
dapat menimbulkan gangguan kamtibmas.
Bahwa Ex Karyawan PT Primissima Medari akan
melaksanakan aksi tuntutan kepada PT Primissima dengan mengangkat tema "Dengarkan
Jeritan Hati Kami, Bayar Hak Kami" dalam
rangka menuntut tunggakan gaji karyawan yang belum dibayarkan oleh PT
Primissima. Sdr. Dani Eko
Wiyono, S.T., M.T selaku Ketua KSBSI DIY (Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia) Wilayah
DIY menyatakan siap bersinergi bersama Polri dalam menciptakan situasi
kamtibmas yang kondusif di Wilayah Kabupaten Sleman.






