- BEM SI SIAP MENJADI PELOPOR PERJUANGAN PENDIDIKAN DAN MENJAGA KONDUSIFITAS DI YOGYAKARTA
- ALIANSI MAHASISWA UNY SIAP MEMPERJUNGKAN KEBEBASAN PERDANA ARIE DAN MENJAGA SLEMAN TETAP KONDUSIF
- SATGAS DPC PDIP KABUPATEN SLEMAN PERKUAT SOLIDITAS DAN KOMITMEN JAGA KAMTIBMAS
- KOMITMEN ALIANSI RAKYAT PEDULI INDONESIA (ARPI) DALAM MENJAGA INTEGRITAS DAN KEAMANAN DI KABUPATEN S
- KELUARGA MADURA YOGYAKARTA SIAP MEMBANTU MENCIPTAKAN SITUASI KAMTIBMAS YANG KONDUSIF DI KABUPATEN SL
- BRIGADE JOXZIN SATU KOMANDO PAKEM TEGASKAN KOMITMEN JAGA KAMTIBMAS
- SINERGI DPW FRONT PERSAUDARAAN ISLAM DIY DALAM MENJAGA KAMTIBMAS DI BUMI SEMBADA
- PAGUYUBAN PEDAGANG PASAR JANGKANG JAGA HARGA SEMBAKO MENJELANG HARI RAYA NATAL DAN TAHUN BARU 2025/2
- SEKOLAH POLITIK 101 DUKUNG SLEMAN TETAP AMAN
- LASKAR MACAN LORENG KABUPATEN SLEMAN BERKOMITMEN MENJAGA KAMTIBMAS SLEMAN KONDUSIF
ALIANSI PENDIDIKAN GRATIS KABUPATEN SLEMAN SIAP MENJAGA KABUPATEN SLEMAN KONDUSIF
Aliansi Pendidikan Gratis (APATIS) Kabupaten Sleman Siap Menjadi Pelopor Generasi Muda untuk Turut Serta Menjaga Kabupaten Sleman Tetap Kondusif
Pergerakan Mahasiswa
Indonesia dalam Demonstrasi menjadi salah satu cara menyampaikan aspirasi dan
kritikan terhadap kebijakan Pemerintah. Gerakan Mahasiswa mengawasi dan
mengawal jalannya demokrasi, agar tetap berpegang pada kepentingan rakyat.
Keterlibatan mahasiswa dalam pergolakan politik
Indonesia bukan hal baru. Tercatat pada 1908, mahasiswa Indonesia mendirikan
Boedi Oetomo sebagai wadah pemikiran kritis dengan misi utama untuk menumbuhkan
kesadaran kebangsaan Jawa dan menuntut terselenggaranya pendidikan di kalangan
rakyat anak negeri.
Baca Lainnya :
- HAMKA SAJADAH BERKOMITMEN MENJAGA KAMTIBMAS SLEMAN KONDUSIF.0
- MANTAN NARAPIDANA TERORIS KAB SLEMAN SIAP MENJADI MITRA DERADIKALISASI0
- MASYARAKAT DUSUN SEDAN AKAN JALIN KOORDINASI DENGAN PIHAK CAFE INSOMNIA0
- PKJ DRIVER ONLINE YOGYAKARTA KOMITMEN JAGA KONDUSIFITAS WILAYAH0
- ALIANSI MAHASISWA UNY SIAP MENJAGA KONDUSIFITAS DI YOGYAKARTA0
Setelah kemerdekaan, gerakan mahasiswa
mempunyai corak berbeda. Tak hanya berkutat pada buku dan pemikiran, tetapi
juga aksi turun ke jalan. Ini misalnya terjadi pada 1966 ketika negara berada
dalam centang perenang ketidakpastian akibat peristiwa G30S. Mahasiswa
mendatangi gedung Sekretariat Negara untuk menuntut pembubaran Partai Komunis
Indonesia (PKI), perombakan Kabinet Dwikora, dan penurunan harga sembako yang
saat itu melambung tinggi.
Indonesia memiliki sejarah demonstrasi yang
mana pada tahun 1998 masih menyimpan kisah
penting dalam sejarah perjalanan negeri ini
karena menjadi penanda adanya babak baru, yakni era Reformasi. Hal tersebut dilakukan
oleh Mahasiswa dengan mengatasnakaman kepentingan rakyat. Biasanya gerakan
mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi yaitu karena menuntut turunnya
harga-harga kebutuhan pokok, serta ketidak puasan rakyat dengan Pemerintahan
maupun kebijakan kebijakan yang diambil.
Aliansi Pendidikan Gratis (APATIS) Kabupaten
Sleman aktif dakam menanggapi permasalahan yang ada di Indonesia terkhusus masalah
biaya pendidikan yang mahal. Hal tersebut dianggap karena ketidakmampuan negara dalam
menjamin kesejahteraan pendidikan yang layak dan murah untuk seluruh masyarakat
Indonesia.
Baru baru ini Aliansi Pendidikan Gratis
(APATIS) Yogyakarta khususnya Kabupaten Sleman gencar menyuarakan aksi dengan menuntut
pencabutan Permendikbudristek No.2 Tahun 2024 tentang Standar Satuan Biaya
Operasional Pendidikan Tinggi. APATIS menilai kampus dapat melakukan pungutan
lain kepada mahasiswa selama Permendikbud No. 2 belum dicabut.
Pada bulan Mei 2024, Menteri Nadiem Makarim
telah mengumumkan bahwa kebijakan kenaikan besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT)
dibatalkan. Akan tetapi, mahasiswa masih gelisah lantaran Permendikbudristek
No. 2 belum dicabut. Selama Permendikbud ini belum dicabut, APATIS menganggap
bahwa kampus masih bisa melakukan pungutan - pungutan lain diluar UKT. Seperti
Iuran Pengembangan Institusi (IPI) yang ramai diperbincangkan, nominalnya itu
ratusan juta.
Seruan dari Aliansi Pendidikan Gratis (APATIS)
ini sebagai bentuk tuntutan pada kebijakan pemerintah yang dianggap tidak pro
rakyat dan pendidikan. Seruan APATIS dilakukan serentak di beberapa kota yaitu
Yogyakarta, Makassar, Riau, Bandung, dan Jakarta. APATIS menilai ketika somasi
ini tidak direspons oleh pemerintah, maka APATIS dan aliansi mahasiswa yang
tergabung akan menindaklanjuti lewat jalur hukum.
Farras Raihan, Mahasiswa Fakultas Vokasi
Angkatan 2021 yang merupakan Ketua BEM UNY dan juga selaku penggerak APATIS
Yogyakarta siap memperjuangkan pendidikan gratis dengan tetap menjaga
kondusifitas di Kabupaten Sleman. Himpunan Aliansi Pendidikan Gratis (APATIS)
Kabupaten Sleman sendiri menyatakan siap menjadi pelopor generasi muda terutama
kelompok Aliansi Pendidikan Gratis (APATIS) untuk turut serta bersama sama
elemen masyarakat, Polri dan TNI dalam menjaga kabupaten Sleman supaya tetap
kondusif (SBD).






